Sebenarnya tak ada rencana sama sekali untuk bersepeda bersama istri hingga jauhnya sampai ke Wates, tepatnya alun-alun Wates. Tidak taunya, ketika istri tanya mau pergi kemana kita pagi ini, saya langsung nyletuk "kita ke Wates aja cari sarapan", dan akhirnya petualangan dimulai, tepatnya petualangan yang sangat random.
Kami berdua start dari rumah jam 05.30 Wib, udara masih dingin-dinginnya, jalanan masih belum begitu terlihat ramai, masih banyak orang-orang yang sedang sibuk membeli sarapan atau sekedar ber-olahraga. Saya memilih jalur Srandakan, jalur alternatif jika ke Kulonprogo karena menghindari bis-bis besar dan mobil yang lalu lalang tidak karuan kalau lewat jalan rayat utama.
Foto diatas ketika sampai sebelum jembatan Kali Progo, jika ke kiri jalan ke pantai baru, pantai samas dan pantai-pantai lainnya. Jika lurus maka tujuan akan langsung ke Wates, lurus terus melewati Desa Brosot dan Panjatan, hingga nanti akan ketemu dengan patung kuda sebagai penanda kalau sampai di Wates, Kabupaten Kulonprogo.
Jam 08.30 Wib kami berdua sampai di Wates dan langsung menuju ke alun-alun untuk sarapan, pesan lontong sayur sepertinya ide bagus untuk sarapan di minggu pagi, mengingat rasa lelah bersepeda sampai ke Wates benar-benar menguras tenaga. Menuju tempat parkir dan memilih makan apa yang enak untuk sarapan pagi ini, dan akhirnya kami berdua sepakat makan lontong sayur dan istri saya memilih gado-gado dengan minum teh hangat. Pagi itu, alun-alun banyak orang berolahraga.
"Baru kali ini saya bersepeda jauh ke Wates, benar-benar tidak disangka sama sekali bisa bersepeda sampai jauh dari rumah. Bisa dibayangkan jauhnya 40km dari desa Jetis Kasihan Bantul hingga ke alun-alun Wates, ada rasa bangga juga rasa lapar dan dahaga hahaha"
![]() |
Posisi di alun-alun Wates, habis makan sebelum berangkat |
![]() |
Melewati Jembatan Kali Progo |
Jadi begini ceritanya, setelah habis makan di alun-alun Wates terjadi obrolan sama istri saya, obrolan itu menjurus soal arah mau pulang ke rumah, apakah lewat jalan raya utama atau lewat dalam tanpa harus kembali lewat Srandakan. Akhirnya, istri saya setuju dengan ide saya, ide konyol tepatnya, melewati stadion UNY sampai arah mau ke Sentolo, ada simpang tiga lampu merah saya ambil kiri dan ternyata saya salah ambil jalan. Jalannya benar, tapi untuk pemula bersepeda seperti kami berdua, jalan menanjak bukan saran yang bagus, tapi perjalanan harus diselesaikan bukan?.
Jalan yang arah Nanggulan benar-benar nanjak dan jarang bonusnya, istri saya ngomel-ngomel tak karuan dan jauh sebelum pertengahan jalan saya muntah-muntah karena tidak kuat dengan jalurnya. Selesai muntah-muntah, istri saya bilang menyerah atau tidak, saya bilang tidak kita lanjutkan entah sampai jam berapa di rumah.
"Sudah terlanjur lewat jalur ini, masa ya mau balik lagi, yaudah kita selesaikan saja sebagai pelajaran kalau besok-besok pikirkan lagi soal jalur" kata istri saya.
"Mampus, yauda mau gimana lagi kita selesaikan perjalanan ini" Saya bilang sambil nahan capek.
Perjalanan bersepeda sampai jauh ini adalah pengalaman pertama, terdampar di desanya orang, tanjakan curam sepeda saya tuntun hingga bertanya arah karena dari saking takutnya tersesat masalahnya saya juga lupa-lupa ingat mengenai jalurnya. Sempat bertanya arah ke rumah orang malah ditawari isi ulang air minum dibotol, Alhamdulillah.
Tanjakan demi tanjakan kami berdua lalui dengan begitu saja, toko demi toko untuk beli minuman juga banyak kami lalui, terserah mau jam berapa sampai di rumah yang penting perjalanan ini harus diselesaikan. Kami berdua berhenti jika dirasa sudah tidak kuat lagi, terik panas matahari berbalut dengan keringat dan kelelahan yang akhirnya memaksa berhenti sejenak untuk menghimpun kembali kekuatan. Berkali -kali kami berdua berhenti dan berkali-kali pula kelucuan kami tunjukkan ke masing-masing muka seakan-akan bilang "heh, kita disini jauh dari rumah kek gembel, ngemper depan rumah orang hahaha"
![]() |
73 km perjalanan yang sudah ditempuh, gilek hahaha.. |
Beberapa kali kami berhenti di pinggir jalan, mulai di depan sekolah SDN 1 Kemukus, bertanya di rumah orang dan mereka menawarkan diri buat isi ulang air putih botol sampai full, berhenti di minimarket beli minuman dan roti, di minimarket kami berdua berhenti agak lama karena cuaca begitu terik dan panas rasanya pengen cepat-cepat sampai rumah. Setelah dari minimarket terakhr, kami berdua melanjutkan perjalanan sampai perempatan lampu merah Kenteng, kalau ke kanan lampu merah lurus saja, tembusnya pasar godean tapi harus berhadapan dulu dengan tanjakan jembatan Kaliprogo yang terakhir kali tapi tanjakan kali ini tanjakan yang curam kedua, saya memilih nuntun sepeda saja, sudah tidak kuat.
Kemudian kami berhenti lagi di depan warungnya orang di bawah pohon setelah itu melanjutkan kembali perjalanan dan lagi-lagi berhenti di depan rumahnya orang, kali ini posisi kami di bawah pohon jambu, kira-kira 30 menit ngemper depan rumah orang terus lanjut kembali. Terakhir berhenti di minimarket Rewulu dan kami berdua sepakat untuk tidak berhenti lagi sampai rumah karena jarak dari kampung Rewulu sampai rumah jauhnya tidak seberapa. Singkat cerita, sampailah kami berdua di rumah, saya langsung lihat jam, jam dinding menunjukkan jam 13.05 WIB, kita berdua tepar hahaha langsung pesen makan di aplikasi order online. Berasa kaki mau copot dan mau pingsan hahaha. Tidak terasa juga kami sudah melewati 3 Kapubaten sekaligus ; Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Sleman.
Pelajaran yang bisa saya petik dari perjalanan super jauh naik sepeda ini adalah apapun bisa terjadi diperjalanan, entah kamu sudah merencakan perjalanan tersebut atau tidak kamu rencanakan, ada saja yang terjadi dan ada saja yang bikin lucu, dan menikmati perjalananpun juga bagian dari pelajaran, karena siapa tahu ini akhir dari perjalananmu sementara kamu disibukkan oleh kerjaan yang tidak pernah selesai, hehe.
Salam ..
1 komentar:
Write komentarWow, gila, sampe muntah2 gitu sepedaannya, harus banyak2 latihan sepedaan berarti mas, biar stamina jos hehe
Reply-Traveler Paruh Waktu
Tinggalkan Komentar Anda di sini, Terima kasih telah berkunjung. EmoticonEmoticon