Kami seakan merayakan sesuatu yang pernah kami lakukan, ya tepat 10 tahun yang lalu kami pernah menjamah hutan slamet yang indah dan mistis ini, yang akhirnya waktu itu kami tidak sampai ke puncak. Jujur saja, kata kata puncak adalah bonus hanyalah kata-kata klise, ternyata pada akhirnya puncak adalah harapan sekaligus validasi (kecuali dalam keadaan cuaca buruk seperti badai hujan kabut dan petir maka dilarang meneruskan ke puncak).
Akhirnya kembali kesini lagi setelah sekian lama, menghirup udara dinginnya desa Bambangan dan berfoto digerbangnya, bedanya dulu foto bareng -bareng berbanyak orang dan sekarang kami hanya bertiga dalam misi untuk menuntaskan apa yang belum tuntas ; meraih puncak slamet dan menyelesaikan misi gunung jawa tengah terakhir kalinya.
Tanggal 8 November 2025
Mengawali pagi itu sehabis sarapan dan selesai packing ulang, kami berangkat dari basecamp bambangan sekitar jam 8.00 WIB, dengan memakai jasa ojek warga setempat agar sampai di target pos 5 tidak sampai kemalaman, agar nantinya waktu malam digunakan untuk masak, tidur dan recharge tubuh untuk mempersiapkan diri sampai ke puncak slamet di tanggal besoknya.
Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai ke pos 1 menggunakan motor ojek, perkiraan 30 menit sudah sampai di warung, setelah dari warung pos 1 pendakian baru dimulai langkah demi langkah, perpaduan vegetasi khas gunung slamet mulai kembali dilewati, pohon-pohon besar nan mistis serta beberapa warung yang baru ditemui (karena 2016 warung tersebut belum ada)
step by step menuju pos 5
1. Basecamp - pos 1 ( pakai jasa ojek ) = 30 menit
2. Pos 1- pos 2 = 1,5 jam
3. Pos 2 - pos 3 = 2,5jam ( pos ini pas untuk istirahat makan siang )
4. Pos 3- pos 4 = 45 menit
5. Pos 4- pos 5 = 30 menit
nb : perjalanan trek santai dan tidak tergesa-gesa
![]() |
| pos 2 |
![]() |
| masak di pos 5 dalam tenda |
Kami sampai di pos 5 sekitar jam 15.20 wib sore hari dalam keadaan cuaca yang mendung dan disambut hujan yang lumayan deras lengkap dengan suara petirnya, begitu tenda sudah dipasang aktivitas yang pertama kali kami lakukan adalah ganti baju dan celana serta masak guna menghindari diri dari gejala hipotermia.
Malam itu malam minggu, kami melewati sore dan malam dengan gemericik suara hujan yang perlahan-lahan menghilang diganti dengan suara khas hutan dengan segala bunyi hewan -hewan, sungguh syahdu. Recharge tubuh kembali untuk besok paginya memulai lagi langkah demi langkah karena masih ada 4 pos lagi untuk sampai ke puncak.
Malam itu, mie goreng pakai telur dan kopi panas benar- benar nikmat
Tanggal 9 November 2025
jam 3.30 dinihari menuju puncak
Alarm hp berbunyi, jam menunjukkan jam 3.00 wib dinihari pertanda persiapan menuju batas vegetasi dan puncak dimulai, kami memulainya dengan masak air buat kopi susu dan roti bakar, dan beberapa logistik untuk dibawa ke puncak, agar perut tidak terlalu kelaparan di jalur trek pendakian. Pagi itu banyak para pendaki yang melewati tenda kami baik yang camp di pos 3 atau yang sedang tektok, ya apapun itu menikmati indahnya alam banyak macamnya.
Tepat jam 3.55 wib dinihari kami mulai melanjutkan perjalanan pendakian ini menuju puncak dengan doa agar selama diperjalanan diberikan keselamatan dan kesehatan serta kembali ke rumah dengan aman tidak terjadi apapun selama pendakian menuju puncak.
step by step menuju puncak
1. Pos 5 - pos 6 = 45 menit
2. Pos 6 - pos 7 = 30 menit
3. Pos 7- pos 8 = 30 menit
4. Pos 8 - pos 9 (Pelawangan ) 30 menit
5. Pos 9 - puncak = 2,5 jam dengan trek miring dan berbatu
Dari pos 9 pelawangan trek pendakian berubah menjadi berbatu dengan bebatuan pegunungan yang khas, sedikit labil dan berpasir, dari kondisi seperti itu ( kabut dan angin) bisa saja mental kita dihajar habis-habisan karena benar-benar tidak ada pepohonan.
![]() |
| Pos 9 Pelawangan ( diambil ketika perjalanan turun dari puncak ) |
Pagi itu, selangkah demi selangkah saya lalui dengan pasti meski kaki terasa lelah, capek berhenti sebentar ga lama terus lanjut lagi, begitu seterusnya hingga akhirnya 2,5 jam berlalu kami sampai puncak slamet tepat jam 7.30 wib pagi. Dengan disertai angin yang kencang dan kabut sedemikian tebalnya, karena cuaca tidak bersahabat, kami tidak lama dipuncak, begitu puas membekukan moment lewat jepretan kamera kemudian kami melanjutkan untuk turun.
Akhirnya setelah 10 tahun penantian kami berhasil menggapai puncak slamet dengan lancar meski cuaca waktu itu berkabut dan angin badai tapi kami berhasil untuk mencapai puncak jawa tengah. Lunas sudah Jawa tengah selesai tapi saya pikir gunung -gunung jawa tengah saja yang selesai, masih ada jawa timur dan jawa barat yang trek pendakiannya lebih menantang dari gunung -gunung di jawa tengah
Terima kasih temen-temen yang pernah membersamai pendakian gunung dimanapun kalian berada, kalian adalah semangat itu, tanpa kalian perjalanan -perjalanan ini hanya menjadi perjalanan yang tak ada maknanya,
![]() |
| selebrasi puncak slamet |
![]() |
| landskap ketika perjalanan turun dari puncak |
Sampai jumpa di puncak- puncak gunung berikutnya
Terima kasih mbah slamet (sebutan lain untuk gunung slamet) telah menyambut kami dengan baik











