MENU

Menu
  • Home
  • #TRAVELNOTE
    • Gunung
    • Refleksi
    • Malam Jumat
    • Cerita Perjalanan
  • LINIMASA
    • Catatan Pinggir
    • Catatan Kaki
  • ABOUT
  • DISCLAIMER
  • KATA-KATA
  • TRAVEL BLOGGER

SEKALI LAGI , GUNUNG SLAMET dan AKHIRNYA PUNCAK

Add Comment
  Gunung



Kami seakan merayakan sesuatu yang pernah kami lakukan, ya tepat 10 tahun yang lalu kami pernah menjamah hutan slamet yang indah dan mistis ini, yang akhirnya waktu itu kami tidak sampai ke puncak. Jujur saja, kata kata puncak adalah bonus hanyalah kata-kata klise, ternyata pada akhirnya puncak adalah harapan sekaligus validasi (kecuali dalam keadaan cuaca buruk seperti badai hujan kabut dan petir maka dilarang meneruskan ke puncak).

Akhirnya kembali kesini lagi setelah sekian lama, menghirup udara dinginnya desa Bambangan dan berfoto digerbangnya, bedanya dulu foto bareng -bareng berbanyak orang dan sekarang kami hanya bertiga dalam misi untuk menuntaskan apa yang belum tuntas ; meraih puncak slamet dan menyelesaikan misi gunung jawa tengah terakhir kalinya. 


Tanggal 8 November 2025
Mengawali pagi itu sehabis sarapan dan selesai packing ulang, kami berangkat dari basecamp bambangan sekitar jam 8.00 WIB, dengan memakai jasa ojek warga setempat agar sampai di target pos 5 tidak sampai kemalaman, agar nantinya waktu malam digunakan untuk masak, tidur dan recharge tubuh untuk mempersiapkan diri sampai ke puncak slamet di tanggal besoknya. 

Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai ke pos 1 menggunakan motor ojek, perkiraan 30 menit sudah sampai di warung, setelah dari warung pos 1 pendakian baru dimulai langkah demi langkah, perpaduan vegetasi khas gunung slamet mulai kembali dilewati, pohon-pohon besar nan mistis serta beberapa warung yang baru ditemui (karena 2016 warung tersebut belum ada) 

step by step menuju pos 5 
1. Basecamp - pos 1 ( pakai jasa ojek ) = 30 menit 
2. Pos 1- pos 2 = 1,5 jam 
3. Pos 2 - pos 3 = 2,5jam ( pos ini pas untuk istirahat makan siang ) 
4. Pos 3- pos 4 = 45 menit 
5. Pos 4- pos 5 = 30 menit 
 nb : perjalanan trek santai dan tidak tergesa-gesa

pos 2
pos 3

masak di pos 5 dalam tenda
Kami sampai di pos 5 sekitar jam 15.20 wib sore hari dalam keadaan cuaca yang mendung dan disambut hujan yang lumayan deras lengkap dengan suara petirnya, begitu tenda sudah dipasang aktivitas yang pertama kali kami lakukan adalah ganti baju dan celana serta masak guna menghindari diri dari gejala hipotermia. 

Malam itu malam minggu, kami melewati sore dan malam dengan gemericik suara hujan yang perlahan-lahan menghilang diganti dengan suara khas hutan dengan segala bunyi hewan -hewan, sungguh syahdu. Recharge tubuh kembali untuk besok paginya memulai lagi langkah demi langkah karena masih ada 4 pos lagi untuk sampai ke puncak. 

Malam itu, mie goreng pakai telur dan kopi panas benar- benar nikmat

Tanggal 9 November 2025
jam 3.30 dinihari menuju puncak 
Alarm hp berbunyi, jam menunjukkan jam 3.00 wib dinihari pertanda persiapan menuju batas vegetasi dan puncak dimulai, kami memulainya dengan masak air buat kopi susu dan roti bakar, dan beberapa logistik untuk dibawa ke puncak, agar perut tidak terlalu kelaparan di jalur trek pendakian. Pagi itu banyak para pendaki yang melewati tenda kami baik yang camp di pos 3 atau yang sedang tektok, ya apapun itu menikmati indahnya alam banyak macamnya. 

Tepat jam 3.55 wib dinihari kami mulai melanjutkan perjalanan pendakian ini menuju puncak dengan doa agar selama diperjalanan diberikan keselamatan dan kesehatan serta kembali ke rumah dengan aman tidak terjadi apapun selama pendakian menuju puncak. 

step by step menuju puncak 
1. Pos 5 - pos 6 = 45 menit 
2. Pos 6 - pos 7 = 30 menit 
3. Pos 7- pos 8 = 30 menit 
4. Pos 8 - pos 9 (Pelawangan ) 30 menit 
5. Pos 9 - puncak = 2,5 jam dengan trek miring dan berbatu




Begitu sampai dibatas vegetasi, pos 9 (pelawangan), cuaca berkabut dan kemungkinan di puncak sedang badai, yg menguntungkan waktu itu adalah tidak hujan, hanya angin dan kabut, mungkin jika akhirnya hujan kami bisa berbalik arah. 

Dari pos 9 pelawangan trek pendakian berubah menjadi berbatu dengan bebatuan pegunungan yang khas, sedikit labil dan berpasir, dari kondisi seperti itu ( kabut dan angin) bisa saja mental kita dihajar habis-habisan karena benar-benar tidak ada pepohonan. 

Pos 9 Pelawangan ( diambil ketika perjalanan turun dari puncak ) 



Pagi itu, selangkah demi selangkah saya lalui dengan pasti meski kaki terasa lelah, capek berhenti sebentar ga lama terus lanjut lagi, begitu seterusnya hingga akhirnya 2,5 jam berlalu kami sampai puncak slamet tepat jam 7.30 wib pagi. Dengan disertai angin yang kencang dan kabut sedemikian tebalnya, karena cuaca tidak bersahabat, kami tidak lama dipuncak, begitu puas membekukan moment lewat jepretan kamera kemudian kami melanjutkan untuk turun. 

Akhirnya setelah 10 tahun penantian kami berhasil menggapai puncak slamet dengan lancar meski cuaca waktu itu berkabut dan angin badai tapi kami berhasil untuk mencapai puncak jawa tengah. Lunas sudah Jawa tengah selesai tapi saya pikir gunung -gunung jawa tengah saja yang selesai, masih ada jawa timur dan jawa barat yang trek pendakiannya lebih menantang dari gunung -gunung di jawa tengah 

Terima kasih temen-temen yang pernah membersamai pendakian gunung dimanapun kalian berada, kalian adalah semangat itu, tanpa kalian perjalanan -perjalanan ini hanya menjadi perjalanan yang tak ada maknanya, 


selebrasi puncak slamet

landskap ketika perjalanan turun dari puncak 

Sampai jumpa di puncak- puncak gunung berikutnya 
Terima kasih mbah slamet (sebutan lain untuk gunung slamet) telah menyambut kami dengan baik

MELAWAT KE GUNUNG LAWU SEKALI LAGI

Add Comment
  Gunung



Gunung lawu yang berada di dua kawasan yang berbeda memang mempunyai daya tarik sendiri bagi para penikmatnya, khususnya yang sedang mencari keindahan sabana yang luas. Pemilihan jalur candi cetho misalnya, adalah jalur menuju puncak gunung lawu yang sangat panjang tapi mempunyai beberapa keindahan yang sangat menawan, keindahan bercampur dengan mistik. Tapi ya mau bagaimanapun, gunung lawu mempunyai sejarahnya sendiri. 

Berbeda dengan yang saya kunjungi sebelumnya sekitar tahun 2016an akhir, dulu vegetasi masih rapat dan belum ada warung yang berdiri disetiap posnya apalagi dulu belum ada tempat dupa. Di tahun 2025 ini saya melawat sekali lagi kesana ternyata sekarang banyak yang berubah, keberadaan warung per pos nya sangat sering saya jumpai. 




YANG TIDAK ADA WARUNG HANYA POS 2 DAN POS 4

Juga keberadaan tempat dupa yang semakin menguatkan bahwa gunung ini bukan gunung sembarangan, ada beberapa kearifan lokal memang yang harus ditaati, semacam peraturan yang tidak tertulis tapi wajib sekali kita ikuti sebagai tamu. Tapi diantara semua itu, semua keindahan gunung lawu terhampar dengan sangat indah dan mengagumkan. 

Melawat ke gunung lawu sekali lagi adalah perjalanan mengunjungi tempat-tempat yang pernah dilewati dulu ketika pendakian tahun 2016an akhir, saya pernah posting blognya disini. Keberadaan warung-warung di tiap pos sangat membantu warga lokal untuk meningkatkan perekonomian warga dan juga membantu para pendaki sendiri bagi yang males mau masak, semua pihak diuntungkan. 

Salam lestari 
jangan buang sampah sembarangan ..


Bulan puasa sebentar lagi

Add Comment
  Refleksi


Bismillah .. 
Kita tahu, kampung halaman adalah tempat yang terbaik untuk pulang dan melepas lelah ditengah penatnya pekerjaan dan hiruk pikuk kota yang semakin kesini semakin sesak. Kita juga tahu, bagaimana kesibukan -kesibukan itu menggerogoti waktu kita dari hari ke hari, sehingga akhirnya kita ingin punya waktu untuk diri kita sendiri sembari menarik nafas yang sangat dalam kemudian membuangnya sambil berkata dalam hati " Bismillah, Insya Allah Allah selalu menguatkan kita " 
Kampung halaman adalah sebaik-sebaik tempat untuk melepas penat dan bersilaturahim dengan teman-teman lama yang sekarang sudah jarang sekali bertemu karena kesibukan masing- masing. 

Tapi mau bagaimanpun, hidup harus seperti ini kan, kita harus menjalaninya tanpa rasa khawatir dan takut akan cerita masa depan, karena Tuhan selalu ada disetiap langkah kita. Hidup akan terus berjalan, waktu akan terus berdetak, apapun yang terjadi, manusia hanya akan terus berdoa dan berharap dengan apa yang diusahakannya, karena selebihnya kepada Tuhan kita menggantungkan harap. 

SELAMAT MENYAMBUT BULAN RAMADHAN 1444 HIJRIAH TAHUN 2023 MASEHI 
SEMOGA BULAN PUASA INI DAPAT MENAMBAH KEIMANAN DAN KESABARAN KITA MENJADI LEBIH BAIK DARI TAHUN SEBELUMNYA. AMIN .. 

Nostalgia dengan LOMBOK

Add Comment
  Jalan-jalan   Refleksi

menikmati kopi di berugak rumah seorang kawan 

Bagaimanapun, pulau Lombok mempunyai kenangan tersendiri buat saya, selain karena dulu pertama kali kesana pakai bis dari Jawa, juga disana banyak teman- teman baru yang rasa saudara. Lombok bukan hanya soal pulau, pantai dan rinjani. 

Pulau Lombok adalah tentang orang- orangnya, Lombok adalah bagaimana kamu bisa merasakan ngopi dari hasil roasting manual sendiri, panjat pohon kelapa hingga linting tembakau sendiri diatas berugak (berugak adalah sejenis pos kecil di halaman rumah) sembari ngobrol ngalor ngidul, percaya sama saya, kamu akan lupa waktu. Dibawah ini adalah berugak waktu saya main di tempat temen sembari linting bakau dan seruput kupi, sedangkan dibelakang rumahnya hamparan sawah, syahdu sekali. 

Jadi, biasanya orang disana kalau ada tamu, tamunya memang tidak mau masuk ke dalam rumah justru lebih suka diluar, makanya rumah orang disana kebanyakan di halaman rumahnya ada berugaknya, itu jaga- jaga saja jika ada tamu datang maka tempatnya di berugak. 


temen mancing di meringkik dengan air laut sejernih itu 

Lombok adalah cerita- cerita kecil perjalanan saya setelah selesai menempuh pendidikan S1, Praye, Mataram,bahkan disana ada namanya daerah Kediri mirip di Jawa Timur, sampai ke pantai- pantai yang jadi incaran para pejalan yang paling indah sampai yang tersembunyi. Semua memiliki keindahannya sendiri tapi pikir saya, pantai mana yang sanggup mengalahkan keindahan Lombok, apalagi jika kamu menyebrang sedikit lewat pelabuhan Kahyangan kemudian berlabuh di Pototano. Tidak jauh dari pelabuhan, kamu tinggal sewa perahu menyebrang 30 menit saja ke pulau Kenawa. Dulu sih masih sepi, sekarang mungkin sudah rame. 

Backpackeran di Lombok tidak akan rugi dan seharusnya ada di list perjalananmu berikutnya atau perdana. Mulailah start dari jam 6 pagi sampai jam 9 malam untuk mencari tempat- tempat keren, karena benar kata temen saya, jarak dari tempat satu ke tempat lainnya memang jauh dan itu butuh perjalanan yang extra. Seperti ketika kali pertama saya menginjakkan kaki di pantai tanjung ringgit, dari pusat kota mataram hingga ke lokasi pantai sangat jauh dan begitu jaraknya tinggal beberapa kilometer, sepanjang jalan rusak, berbatu dan gersang, mungkin jalannya sekarang jauh lebih bagus. 

foto bersama temen mancing sehabis jadi tukang di rumah sendiri yang dibangun.

Perjalanan ke tanjung ringgit satu arah ke pantai pink yang pasirnya berwarna pink, dan siapa tahu disana juga ada bekas dan jejak perang berupa sebuah goa, mereka menamainya goa Jepang. Pantai pink menggoda, panas dan mampu bikin kulitmu menghitam. 

Dan beberapa perjalanan lain di Lombok membuat saya ingin berNOSTALGIA dengan teman- teman rasa saudara disana, 10 hari waktu yang lebih dari cukup untuk menikmati Lombok dengan tidak memakai guide bayaran, guidenya ya dari temen, sekali lagi tidak menginap di hotel. 

hay pat
Begitulah Lombok, selalu memberikan suguhan nostalgia yang paling menarik, seperti pulang ke kampung sendiri karena menginap di rumah temen jadi serasa pulang. Mungkin jika diandaikan, Lombok adalah rumah ketiga setelah Jogja dan Madura, justru beberapa budaya di Lombok seperti tahlilan dan makan bersama setelahnya mirip sekali dengan tradisi di Madura, kampung saya. 

Mungkin anak pak RT sekarang sudah besar, dulu masih kecil masih harus disuapin kalau mau makan dan dulu sempat saya gendong, atau mungkin beberapa hal sekarang berubah disana termasuk jalan- jalannya, tapi pernah ketika habis pulang dari ngopi malem malem bersama temen, lewat pasar Karanglebah, ternyata beberapa anjing berkumpul bersama seperti sedang mendiskusikan sesuatu, hahaha tapi kalo malam selalu seperti itu, entah karena kedinginan atau apa.

bersama pak RT dan kedua anaknya. Sehat- sehat terus pak RT 

Semoga semuanya diberikan kesehatan dan panjang umur agar suatu hari nanti kita masih ada umur untuk menyambung silaturahmi kembali dan merekatkan hubungan kekeluargaan.

Saya punya sedikit kata- kata ; Jika kamu tinggal di kota, kamu ga akan jauh- jauh ke mall dan belanja. Jika kamu menggunakan waktumu untuk menikmati perjalanan ke Lombok atau ke tempat lainnya di timur Indonesia, maka kamu tidak akan jauh -jauh dari pantai, gunung, bukit dan hamparan semesta yang mengagumkan yang tidak hanya kamu lihat di mall, di buku- buku, kamu langsung bisa menikmatinya. 

Maka kita harus keluar dari rumah untuk mencicil sebuah cerita tentang perjalanan- perjalanan mengagumkan di masa depan, menceritakan kepada anak dan cucu kita bahwa betapa Indonesia sangat indah dan amazing.

salam 

Akhirnya pantai, setelah sekian lama ..

Add Comment
  Jalan-jalan

Akhirnya liburan ke pantai, mencicipi airnya dengan nyebur kemudian main pasir dan berjemur saat matahari mulai panas- panasnya, adalah cara yang paling menyenangkan untuk menikmati pantai. Karena sedikit sekali orang- orang yang ke pantai tapi tidak tahu bagaimana menikmatinya. Menikmatinya ya nyebur, main ombak dan apapun yang bisa kamu lakukan asal hatimu senang, mulutmu tertawa sampai capek. 

Minggu ini, saya mendatangi pantai wediombo yang terletak di gunung kidul, sebenarnya dulu saya sering ke pantai tersebut tapi itu dulu, sudah terlalu lama, jauh sebelum saya nikah. Dan kali ini saya datang kembali dengan persiapan matang. (maksudnya bawa makanan hahaha) 


Pantai adalah rumah pertama saya dan rumah kedua adalah gunung, ke pantai manapun selalu mengingatkan saya tentang rumah dan pulang. Karena dari pantai saya berasal, belakang rumah adalah  pantai, jika musim ombak tiba saya dan anak- anak lainnya selalu mengambil moment surfing ala- ala, kami mengambil papan kayu lantas menunggu ombak sampai mengikutinya hingga ke daratan. 

Pantai mengingatkan saya akan masa kecil waktu pertama kali diajari renang oleh Simbok, ya pantai banyak menceritakan sesuatu yang amazing dan ajaib. Dan sampai saat ini saya betah berlama- lama berenang dan bermain dengan ombaknya. 






Salam 

Subscribe to: Comments (Atom)

sering dibaca

  • GILI LABAK, SEPOTONG SURGA DI TIMUR MADURA
    Full tim kecuali bapak-bapaknya ( Foto di pelabuhan Kalianget )  Di pagi hari itu, tanggal 25 mei 2014, tepat  jam 03.30 pag...
  • Merapi Jalur Kinahrejo
    Saya selalu tertarik dengan sesuatu yang berbau tradisi dan budaya, apalagi tentang hubungan antara gunung dengan masyarakat lereng n...
  • WISATA ALAM POSONG
    Lanskap Posong dengan latar Gunung Sindoro Hari minggu kemarin, saya menyempatkan mengisi liburan ke taman wisata alam Posong yang ter...
  • Gunung Lawu jalur Candi Cetho (cerita foto)
    Gunung Lawu terletak diantara Desa Karanganyar Jawa tengah  yang juga berbatasan dengan Magetan Jawa timur mempunya 3 jalur pendakian res...
  • Membaca Diri
    Pada perjalanan yg menghangatkan ingatan. Langkah kaki gontai mengarah pada tujuan yg tak kunjung datang. Pelantun lagu kebeb...
  • Merbabu, Jalur Suwanting.
    Seringkali saya menyebut  gunung merbabu sebagai rinjani-nya Jawa. Memiliki tekstur keindahan sendiri, termasuk dengan sabanany...
  • Gunung Prau Yang Menawan
    Beberapa kali saya ke Gunung Prau, beberapa kali juga saya melewatinya dari jalur Desa Patak Banteng. Dan baru kali ini saya ke Gunung P...
  • Rindu (MONOLOG PAGI)
    Menunggu senja di pantai dekat rumah Rumah bagi saya adalah tempat yang begitu teduh, nyaman dan tenang. Rumah adalah surg...

media sosial


Copyright © #Travelnote
Created by Arlina Design | Distributed By Gooyaabi Templates