MENU

Menu
  • Home
  • #TRAVELNOTE
    • Gunung
    • Refleksi
    • Malam Jumat
    • Cerita Perjalanan
  • LINIMASA
    • Catatan Pinggir
    • Catatan Kaki
  • ABOUT
  • DISCLAIMER
  • KATA-KATA
  • TRAVEL BLOGGER
#Travelnote Refleksi Saya Ingin Diam

Saya Ingin Diam

Refleksi

Barangkali saya ingin diam sebentar diantara semua hal, termasuk traveling, saya ingin diam untuk bisa menyematkan sedikit tentang sesuatu yang saya peroleh dari jalan-jalan, dari ngobrol dengan berbagai orang, dari tersesat ketika mencari satu tempat yang indah termasuk ke pantai, saya lebih memilih tersesat mencari pantai dari pada saya harus tersesat ketika harus mendaki gunung, lebih serem gunung dari pada pantai, terkadang saya berpikir bahwa diam jalan satu-satunya yang harus saya putuskan agar saya bisa tahu apa yang saya dapat dari semua ini, berpikir kembali tentang berbagai tempat yang indah dan klasik itu.


Sebuah surga miniatur yang Tuhan ciptakan untuk para manusia yang berani mengambil keputusan untuk keluar dari kenyamanan rumah, dari kenyamanan nonton tv dirumah, keluar menuju sesuatu yang begitu indah yang tempatnya begitu jauh, bukan hanya untuk mencari tempat yang indah, surga yang indah di bumi, tapi lebih ke sebuah perjalanan menemukan diri. 

Dan seperti mendaki ke puncak gunung, terkadang kita hanya mempercayai sesuatu yang kita yakini bahwa mimpi kita masing-masing akan terus hidup di hati kita menjadi sebuah sugesti yang membuat tetap percaya bahwa hidup ini tidak selalu bicara tentang ini dan itu tapi lebih kepada semuanya.

Tidak selamanya jalan-jalan menjadi sesuatu yang sia-sia, menjadi sesuatu percuma, hanya buang-buang uang saja, saya akan menampik pernyataan seperti itu, karena saya mengalami sendiri berbagai pelajaran yang saya dapatkan ketika saya pergi travelling, termasuk mengenal budaya setempat dan pikiran kita yang akhirnya terbuka untuk menerima perbedaan, perbedaan ras, perbedaan agama dan perbedaan budaya.

Bagi saya sendiri, jalan-jalan akan membuat seseorang menjadi berpikir lebih terbuka dan menjadi sebuah pribadi yang begitu berpengetahuan luas, begitulah saya memandang tentang jalan-jalan, bukan tujuan tapi lebih ke perjalanan, perjalanan untuk sampai ke tujuan lebih berbicara kepada diri kita sendiri tentang arti sebuah kebersamaan dan pelajaran yang kita dapatkan.

karena sering traveling saya bisa menulis sebuah cerita di blog saya ini, sebuah cerita yang saya bagikan bagi mereka yang sudi untuk membacanya,cerita dan pengalaman yang tidak saya simpan sendiri, dan dari berbagai travelling, pantai, gunung, hutan, wisata goa, museum dan tour city dan sebagainya.

Akhirnya saya harus diam, saya harus diam tentang apa saja yang saya dapatkan, kemudian saya menertawainya. Ada hal yang paling lucu ketika travelling, hal paling lucu yang ketika kita mengingatnya kita akan tertawa, dan hal paling sedih adalah berpisah kepada tempat dan masyarakat yang baik dan begitu ramah di tempat tersebut, so amazing, membuat kita mengubah segala hal dan itu benar-benar ajaib.

Barangkali memang saya harus diam kemudian mengenang hal-hal yang pernah bikin lucu dan sedih karena merindukan tempat tersebut, tempat yang paling indah, tempat yang begitu sejuk tanpa polusi udara kota, tempat yang tidak pengap seperti kamar di rumah, tempat itu menjadikan diri kita menjadi diri sendiri, bebas. Bukankah manusia memang selalu mendambakan kebebasan mutlak di dalam diri mereka masing-masing, sebuah kebebasan yang selalu mereka impikan untuk pergi ke sebuah tempat yang unik dan mampu membuat hati mereka jatuh cinta dan rindu ingin kembali.

Satu hal pengalaman yang membuat saya bosan di dalam bis kota adalah ketika perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai ( penyebrangan bali-lombok ) sampai ke pelabuhan Gili Manuk ( penyebrangan bali - banyuwangi ) dan itu membutuhkan 6 jam perjalanan, bis kota biasa mengangkut orang lokal untuk sekedar pergi ke pasar atau anak-anak sekolah yang sedang pergi ke sekolahnya. Asiknya saya menikmati perjalanan tersebut meski bosan di dalam bis, melewati bali dengan bau harum dupa, pasar yang unik dan tempat ibadah umat Hindu dimana-mana. 

Membuat saya berpikir bahwa Bali memang benar-benar sebuah pulau Dewata, pulau yang mampu membuat turis mancanegara ataupun turis domestik jatuh cinta, pulau yang begitu romantis bagi para pencinta pantai dan budaya, pulau yang sangat menawan.

"Mari tetap berusaha untuk hidup, menjadi yang terbaik dan belajar untuk terus menjadi yang terbaik, mari kita jadikan sebuah pengalaman sebagai pelajaran yang harus selalu kita petik setiap menitnya"


travelnote

Author : travelnote

Share this

Related Posts

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Tinggalkan Komentar Anda di sini, Terima kasih telah berkunjung. EmoticonEmoticon

Subscribe to: Post Comments (Atom)

sering dibaca

media sosial


Copyright © #Travelnote
Created by Arlina Design | Distributed By Gooyaabi Templates