Foto bersama kelompok 3 |
Kita mempunyai cara masing-masing untuk merawat alam, ada yang mengambil sampah-sampah, ada juga yang menanam pohon agar tetap lestari untuk masa yang akan datang, dan ada pula yang mengambil sampah sekaligus menanam pohon. Aksi nyata tersebut berangkat dari kegelisahan teman-teman pendaki dari komunitas Grama Buana Adventure tentang keadaan gunung yang semakin memprihatinkan.
Dalam rangka memperingati Hari Gunung Internasional tanggal 11 Desember 2019, Grama Buana Adventure mengadakan aksi nyata merawat alam dalam dengan tema "Satu Langkah Aksi Nyata, Re-Greenation." Sebenarnya sudah menjadi tradisi tahunan dari komunitas Grama Buana Adventure (GBA) untuk aksi nyata dalam bakti untuk alam, setelah tahun lalu sukses di gunung sindoro.
Bakti Untuk Alam ditahun 2019 bertempat di gunung sumbing jalur Desa Butuh, Kaliangkrik,Magelang. Acara diadakan pada tanggal 13-14 Desember 2019, konsepnya berubah, semula yang hanya fokus membawa seluruh sampah-sampah turun dari gunung, kini hanya menanam pohon bekas kebakaran gunung sumbing tempo bulan lalu.
Perdana sekali saya ikut menjadi peserta, yang semula hanya membantu para panitia saja, kali ini saya menjadi peserta sembari mencoba gunung sumbing via jalur Desa Butuh Kaliangkrik yang ternyata jalan dari basecamp sampai pos 1 jalan terus menanjak dan tidak ada bonus sama sekali, kalau di ingat-ingat sepertinya tanjakan itu berujung sampai pos 2, benar-benar jalur trek yang sangat istimewa.
Dua pembawa acara keceh. |
Malam Sarasehan membahas tentang keadaan alam khususnya gunung saat ini |
Perdana sekali saya ikut menjadi peserta, yang semula hanya membantu para panitia saja, kali ini saya menjadi peserta sembari mencoba gunung sumbing via jalur Desa Butuh Kaliangkrik yang ternyata jalan dari basecamp sampai pos 1 jalan terus menanjak dan tidak ada bonus sama sekali, kalau di ingat-ingat sepertinya tanjakan itu berujung sampai pos 2, benar-benar jalur trek yang sangat istimewa.
Fokus memperhatikan pengumuman dari panitia |
trek nanjak sambil bawa tanaman |
Cuaca semakin memburuk, kabut tebal tiba-tiba turun dan seketika keadaan jadi mendung pertanda mau hujan, ditambah dari sebelah timur terdengar berkali-kali suara gludug. Tanaman yang kami bawa dari basecamp segera ditanam diatas pos 2, di sebelah jalur yang miring, kami tanam semuanya dikawasan yang sekiranya bisa ditanam sebelum akhirnya hujan turun, karena keadaan cuaca yang semakin mendung dan diiringi kabut tebal akhirnya upacara yang akan diadakan di pos 3 tidak berjalan dengan lancar.
Rencana awal tanaman akan ditanam di sekitar pos 3 tapi karena cuaca yang mulai ekstrim dan sekali lagi kabut yang tebal tiba-tiba turun akhirnya pindah ke rencana B. Upacara ditiadakan dan tanaman ditanam disekitar pos 2 ( di bawah atau di atas pos 2).
Setelah semua tanaman ditanam, kami turun meski ada beberapa orang yang masih ada diatas untuk menunggu yang lainnya. Perjalanan turun diiringi dengan kabut dan mendung sesekali gerimis turun, turun gunung kali ini tidak bisa cepat, karena trek berbatu yang basah dan licin. step by step turun tidak tahunya diatas pos 1 saya bertemu dengan teman pendaki dari Jakarta yang sebelumnya pernah mendaki bareng ke Merbabu, Sindoro dan Lawu. Sebenarnya rombongan pendaki dari Jakarta tersebut juga ikut acara Bakti Untuk Alam (BUA) tapi karena di jalan terlalu macet mengharuskan mereka telat sampai basecamp.
Rencana awal tanaman akan ditanam di sekitar pos 3 tapi karena cuaca yang mulai ekstrim dan sekali lagi kabut yang tebal tiba-tiba turun akhirnya pindah ke rencana B. Upacara ditiadakan dan tanaman ditanam disekitar pos 2 ( di bawah atau di atas pos 2).
![]() |
Waktu ditanam, doa yang dipanjatkan semoga tumbuh subur dan memberi manfaat |
![]() |
temen-temen dari Jakarta |
Setelah semua tanaman ditanam, kami turun meski ada beberapa orang yang masih ada diatas untuk menunggu yang lainnya. Perjalanan turun diiringi dengan kabut dan mendung sesekali gerimis turun, turun gunung kali ini tidak bisa cepat, karena trek berbatu yang basah dan licin. step by step turun tidak tahunya diatas pos 1 saya bertemu dengan teman pendaki dari Jakarta yang sebelumnya pernah mendaki bareng ke Merbabu, Sindoro dan Lawu. Sebenarnya rombongan pendaki dari Jakarta tersebut juga ikut acara Bakti Untuk Alam (BUA) tapi karena di jalan terlalu macet mengharuskan mereka telat sampai basecamp.
Kami sampai di basecamp sekitar jam 3 sore dengan keadaan cuaca masih berkabut dan hujan, perut rasanya mau berontak terus akhirnya kami pesan nasi goreng karena tidak ada menu yang lain untuk dipesan. Acara Bakti Untuk Alam (BUA 2019) hari itu ditutup oleh nasi goreng, hujan dan kabut, perpaduan yang sangat pas ditempat seindah ini. Senang bisa kenal kawan-kawan baru dari tempat baru, kawan-kawan pendaki yang gelisah akan keadaan gunung kita saat ini.
Tinggalkan Komentar Anda di sini, Terima kasih telah berkunjung. EmoticonEmoticon