Saya mempunyai masa lalu yang paling berpengaruh dalam perjalanan hidup saya hingga saat ini, pondok pesantren mengajarkan banyak hal. Mempunyai banyak teman dari berbagai daerah tentunya sembari belajar agama dan pendidikan negeri adalah sesuatu yang patut disyukuri. Di pesantren semuanya di atur oleh pengurus kompleks, kamu tidak bisa tidur melewati waktu subuh, bahkan sebelum subuh kamu sudah dibangunkan atau jika tidak bangun-bangun kamu akan di siram air dan lebih parahnya lagi kamu akan di pukul pakai rotan sampai kamu bangun.
Pondok pesantren mengajarkan disiplin yang begitu tinggi, shalat berjamaah di Masjid misalnya, banyak santri yang merokok diam-diam di wc atau di warung makan di belakang pondok, jika ketahuan oleh pengurus keamanan maka akan di peringatkan, seringnya banyak yang menjadi langganan pengurus keamanan dan tak sedikit yang rambutnya di potong botak.
![]() |
Bersama kawan lama makan di tempat dulu biasa makan, warung makan legend, Bu Yual. |
![]() |
Nasi telur khas pantura, Warung makan Yual |
![]() |
Masjid PP Nurul Jadid yang sekarang di perbesar dan di perbagus lagi |
Kamu tidak tahu awal kali saya masuk pesantren, rasanya pengen pulang saja, tidak betah dan kamu tahu, kedua tangan saya korengan, para ustad yang sigap membangunkan santri jam 3 untuk shalat tahajjud dan persiapan subuh. Pesantren adalah tempat yang benar-benar tempat untuk menempa manusia menjadi yang lebih baik, banyak pelajaran yang akan kamu dapatkan di pesantren terutama tentang bagaimana menjadi manusia.
Saya belajar memasak di pondok, biasanya jika kiriman dari kampung sudah habis, saya dan teman-teman masak nasi rame-rame sambil panggang terung dan bikin sambel kacang. Dulu di koperasi pondok kacang sangat murah harganya, dari hasil ngumpulin duit teman-teman sekamar. Ada yang lucu dari memasak rame-rame, biasanya masaknya di bawah pohon kelapa, teman-teman yang masak disana lihat kelapa jatuh sendiri setelah di lihat dengan seksama malah berubah jadi kepala orang.
Setelah memasak, kami makan bersama memakai koran dan plastik yang di hamparkan, kami menamakannya tabek. Nasi yang tadi di masak di suguhkan panas panas berikut dengan lauknya, minumnya air keran wudu' di tampung pakai gayung, sesederhana itu. Jika masa kiriman telah tiba, kami semua senang artinya makanan melimpah, biasanya kami beli minuman semacam teh terus ditampung di ember, gelasnya tetap gayung.
![]() |
Mushola ndalem timur |
![]() |
Makam para pengasuh beserta keluarganya |
![]() |
Gang atau kompleks C, tempat santri yang sekolahnya masih SMP, ini wilayah saya dulu. |
Teman-teman saya sudah mempunyai istri dan anak bahkan ada yang sudah menikah tiga kali, ada yang sudah menjadi kyai dan ustad dan ada pula yang dulu kurus sekarang malah tambah berisi dan gendut. Semua berubah, yang tidak berubah bercandanya mereka masih seperti yang dulu, sepanjang obrolan kita bahas yang dulu-dulu dimana masih menjadi siswa dan santri, pelanggaran yang sering kami lakukan adalah merokok itu saja sering ketahuan keamanan hahaha..
![]() |
Kopma dulu hanya satu lantai, sekarang sudah dua lantai |
![]() |
Ndalem para pengasuh pondok pesantren |
Kini semua sudah berubah, kantor pesantren di renovasi ulang, gedung SMA yang dulu saya ikut berpartisipasi dalam pembangunannya kini menjadi megah dan bagus. Warung makan dalsel yang kalau pagi tutup bukanya hanya malam kini berubah menjadi lesehan, Masjidpun di perbesar, tempat wudu' juga di pindah dan di perluas, yang tidak berubah adalah kenangan pernah nyantri disana, kenangan yang buat saya tak pernah saya lupakan. Di pesantren, hari jumat adalah hari libur, biasanya jika libur kami jalan-jalan ke pantai grinteng, tidak jauh dari pondok, sebagiannya main bola dan sebagian lagi tidur saja di masjid.
Saya bersyukur dan beruntung masih diberikan umur panjang dan kesehatan untuk menyambung silaturahmi kembali dengan kawan-kawan lama. Mereka kawan-kawan seperjalanan meski sekarang terpisah jarak yang cukup jauh tapi akhirnya kita adalah kawan seperjalanan yang kini berjalan di jalannya masing-masing.
Tinggalkan Komentar Anda di sini, Terima kasih telah berkunjung. EmoticonEmoticon